5 Alasan Konstruksi Belanda Lebih Kokoh dari Konstruksi Modern


Bangunan kuno era kolonial Belanda yang berusia ratusan tahun, terbukti memiliki konstruksi yang kokoh dan masih bisa dilihat hingga saat ini. Bahkan jika dibandingkan dengan bangunan modern, seakan bangunan modern kalah telak dengan konstruksi yang telah berusia ratusan tahun itu. Contohnya, banyak dari gedung, jembatan maupun rumah di era modern lebih cepat roboh dan tidak tahan lama jika dibandingkan dengan bangunan buatan kolonial Belanda. Berikut ini adalah rahasianya:

1) Semen khusus racikan arsitek Belanda


Semen yang digunakan menggunakan oleh arsitek kolonial belanda adalah semen merah dan gamping yang dicampur menjadi satu. Batu bata merah yang digiling halus hingga menjadi serbuk, kemudian diolah dengan batu kapur sebagai bahan perekat bangunan. Semen ini di aplikasikan ke seluruh bangunan ciptaannya.


2) Gunakan material batu yang terbaik


Para arsitek Belanda mempunyai perlakuan khusus terhadap batu yang digunakan. Mereka mencampurkan beberapa material seperti semen bikinan sendiri hingga melekat sempurna. Bahkan saat membuat beton, mereka tak segan untuk mencuci batu pecah yang akan digunakan jika terlihat kotor. Noda yang terdapat pada batu dikhawatirkan berdampak pada kualitas beton.


3) Menggunakan barang impor yang berkualitas tinggi


Para arsitek belanda sering mendatangkan beberapa bahan bangunan dari Belanda sendiri sebagai pondasi dari gedung-gedung mereka. Selain itu, untuk konstruksi bangunan pasar (contohnya Pasar Johar Semarang yang dibangun oleh Ir. Thomas Karsten pada 1933) mereka menggunakan beton type K400 (dengan kekuatan 400 kg per cm2), sehingga bangunan tetap kokoh dan awet. Berbeda dengan bangunan pasar  zaman now, menggunakan beton type K257 (kekuatan 257 kg per cm2).


4. Teknik merancang bangunan yang presisi

Para arsitek Belanda sangat memperhatikan tingkat detail dan presisi sebuah konstruksi. Selain menggunakan bahan bangunan berkualitas tinggi, para arsitek juga telah menyiapkan sebuah struktur rancangan yang betul-betul sesuai fungsinya. Contohnya adalah Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat yang yang dirancang oleh Ir. Van Breen pada 1912. Ia tak hanya merancang sebuah pondasi bangunan untuk mencegah terjadinya banjir, tapi juga sebagai saluran irigasi bagi persawahan di sekitar area bendungan dan pemasok cadangan air baku untuk warga ibukota Jakarta.


5). Kedispinan dan kejujuran menjadi yang utama

Dalam membangun, para arsitek Belanda sangat disiplin dan keras dalam hal rancangan, bahan yang digunakan hingga teknik pembangunan. Kualitas bangunan menjadi prioritas utama mereka walaupun menyedot dana yang besar.

Favoritkan

Komentar
Data sedang diproses, mohon tunggu......
Masuk Terlebih Dahulu
Top