Kolom Praktis untuk Rumah dan Cara Menghitung Ukurannya
Google.com
Dalam membangun pondasi properti yang kokoh, ada dua jenis kolom atau penyangga material bangunan yang perlu Teman88 ketahui, Salah satunya adalah kolom praktis atau jenis yang berguna untuk memperkuat bangunan secara vertikal. Selain itu, ada juga jenis kolom lain yang dikenal sebagai kolom utama. Lalu, apa bedanya? Berikut ulasan lengkap tentang detail kolom praktis hingga ciri yang membedakannya dengan kolom utama.
1. Apa itu Kolom Praktis?
Kolom praktis adalah tiang berupa rangka besi yang digunakan untuk membantu kolom utama dalam menopang suatu bangunan. Biasanya, jenis kolom ini dipasang secara vertikal dalam dinding sehingga bentuknya tidak akan terlihat dari luar. Resiko keruntuhan akibat guncangan juga bisa diminimalisir dengan adanya kolom ini dalam bangunan Teman88.
2. Perbedaan Kolom Praktis dan Kolom Utama
Seperti yang telah disebutkan di awal, secara umum ada dua jenis kolom yaitu kolom praktis dan kolom utama. Jika dilihat dari fungsi umum, keduanya sama-sama berguna untuk memperkokoh struktur bangunan, Namun ada beberapa perbedaan antara kedua jenis kolom tersebut yang perlu Teman88 perhatikan, di antaranya adalah :
a. Beton praktis hanya membantu menahan dinding secara melintang agar tidak roboh, Sedangkan kolom utama menopang seluruh bangunan secara vertikal
b. Pada penerapannya, kolom beton praktis sering digunakan untuk menopang balok dinding agar tetap berdiri dan kolom utama untuk balok dan plat lantai konstruksi
c. Letak beton praktis tersembunyi dan bentuknya tidak terlihat dari luar, Sedangkan kolom struktur berada dalam pondasi yang daman, berbentuk pipih panjang yang berukuran besar
3. Jenis Kolom Bangunan Lainnya
Dalam pembangunan properti, bukan hanya mengenal dua jenis kolom di atas saja. Ada beberapa jenis kolom menurut klasifikasi atau pengkategorian yang berbeda-beda. Sejumlah poin di bawah ini adalah jenis kolom yang perlu Teman88 ketahui :
a. Berdasarkan fungsi penguatan: kolom terikat (tied column), kolom spiral (spiral column), dan kolom komposit
b. Berdasarkan jenis muatan: kolom aksial, kolom eksentrik uniaksial, dan kolom eksentrik biaksial
c. Berdasarkan rasio: kolom pendek dan kolom panjang
d. Berdasarkan bentuk: kolom persegi, kolom melingkar, kolom L, dan kolom T
Berdasarkan bahan konstruksi: kolom beton bertulang, kolom baja, kolom kayu, kolom batako, kolom balok, dan kolom batu

Google.com
4. Fungsi Kolom Praktis
Kebanyakan dinding bangunan dibangun menggunakan batako, yang pada dasarnya tidak memiliki kekuatan secara melintang, Sedangkan ukuran dari bangunan itu sendiri tidak kecil. Akibatnya, jika tidak ada pengikat antar dinding, maka akan memungkinkan terjadi kerobohan.
Fungsi kolom praktis adalah untuk mengatasi hal tersebut. Secara garis besar, sebutan lain untuk kolom rangka praktis adalah pengikat dinding konstruksi. Sama seperti tulang pada manusia, kolom ini menjadi rangka yang membantu mengikat dinding agar tetap berdiri kokoh dan berada pada posisi yang sama seperti saat dibangun. Di samping itu, jenis kolom ini juga bisa membantu agar bangunan terhindar dari keretakan.
5. Ukuran Kolom Praktis
Selanjutnya, bagaimana bentuk dan ukuran kolom praktis dalam bangunan? Tanpa disadari, mungkin Teman88 sering menemukan besi dan beton yang termasuk dalam jenis kolom ini di daerah yang sedang melakukan konstruksi.
Pada umumnya, kolom jenis praktis adalah rangka yang terdiri dari beton. Selain itu, ada juga material besi dalam rangka kolom yang satu ini yaitu dalam besi begel (besi berbentuk persegi) dan stek kolom (besi memanjang vertikal) harus diikat kuat dengan kawat besi. Sebagai referensi, berikut ini merupakan gambar dari jenis kolom tersebut.

Google.com
6. Detaill kolom praktis
Ukuran kolom mengikuti besar dan material bangunan yang disanggah, Jika Teman88 ingin menggunakannya pada tembok gedung yang terbuat dari batako, maka ukuran kolom rangka praktis biasanya berkisar pada 10 x 10 cm, 12 x 12 cm, atau 15 x 15 cm.
7. Jarak Kolom Praktis
Dalam setiap bangunan dengan material yang berbeda, penempatan kolom juga berbeda-beda. Jika melihat standar bangunan gedung atau rumah pada lokasi perumahan, idealnya jarak kolom praktis adalah 3-4 meter. Atau menyesuaikan pojok ruangan, karena titik tersebut merupakan tempat sambungan yang paling rawan retak atau roboh.
8. Cara Menghitung Kolom Praktis
Sebelum mengetahui cara penghitungannya, perlu diperhatikan juga bahwa ada beberapa komponen penyusun kolom yaitu besi begel, besi tulangan, dan beton kolom itu sendiri. Setiap komponennya punya ukuran dan jumlah yang berbeda, Perhatikan beberapa rumus cara menghitung kolom praktis di bawah ini.
Misalkan, dalam satu dinding batako akan dipasang kolom dengan panjang tiga meter. Sedangkan, besar kolom rencananya akan dibuat sebesar 15 x 15 cm. Jika setiap begel diberi jarak 20 cm, maka:
a. Jumlah begel
= 300 : 20
= 15 buah
b. Besi tulangan
= 4 x 300
= 1200 cm
= 12 m
c. Volume kolom
= 15 x 15 x 300
= 67500 cm3
= 0,0675 m3
Kesimpulannya, Teman88 membutuhkan sejumlah 15 buah besi begel dan 1 batang besi tulangan berukuran 12 m untuk memasang kolom praktis bervolume 0,0675 m3.
Setelah menemukan angka-angka tersebut, jangan lupa juga untuk menghitung kebutuhan semen, pasir, dan material konstruksi lainnya untuk membangun beton kolom. Caranya adalah dengan mengalikan koefisien nilai SNI bahan material dan volume kolom.
Google.com
Itu tadi pembahasan tentang jenis kolom, termasuk rangka praktis, Sekarang Teman88 juga sudah bisa membedakan antara kolom praktis dan kolom utama. Semoga artikel diatas dapat membantu Teman88 semua yaa!
Favoritkan
Kolom Praktis untuk Rumah dan Cara Menghitung Ukurannya - 88 Bangunan