IHSG terus Meroket, Saham BCA Cetak Rekor Tertinggi
Kenaikan tersebut berarti sudah menggenapkan kenaikan saham BCA sebesar 23,56% dari posisi akhir tahun lalu Rp 26.000/saham. Kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan yang dipimpin Jahja Setiaatmadja itu pun ikut terkerek hingga Rp 784,12 triliun, di bawah tipis dari nilai aset perseroan yang tercatat Rp 893,59 triliun pada akhir kuartal III-2019.
Saham lain yang juga mengukir rekor baru yaitu POLL juga naik 7,1% hingga Rp 9.425/saham dari posisi Rp 8.800/saham kemarin. Saham emiten properti itu ditransaksikan Rp 7,08 miliar hari ini dan membuat kapitalisasi pasarnya naik hingga Rp 78,4 triliun, lebih dari 14 kali lipat dari aset Pollux yang tercatat Rp 5,33 triliun per akhir September. Posisi harga saham perseroan membuat valuasinya saat ini berada pada rasio harga saham per laba (PE ratio) historis 870,85 kali, jauh di atas median emiten sejenis 12,15 kali.
Penguatan IHSG hari ini sebesar 1,96% menjadi yang tertinggi setidaknya sejak Desember 2018. Penguatan indeks acuan utama domestik itu melampaui kenaikan 1,72% yang terjadi pada 31 Mei dan 1,7% yang terjadi pada 18 Februari. Selain mencetak rekor tertinggi, penguatan IHSG di awal bulan ini turut membuatnya menjadi indeks acuan domestik dengan penguatan terbesar di Asia, dan pantas menyandang gelar Raja Asia. Setidaknya gelar tersebut dapat mengobati pilu indeks yang sudah terkoreksi tanpa henti pada medio 21 November-28 November.
Sumber : cnbcindonesia.com
Favoritkan
IHSG terus Meroket, Saham BCA Cetak Rekor Tertinggi - 88 Bangunan