Dahsyat! Cuan 200% Lebih, Amankah Investasi di 6 Saham Ini?
Kinerja
pasar saham domestik sepanjang tahun ini kurang begitu menggembirakan. Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat hanya naik 0,28% tertinggal dibandingkan
bursa-bursa utama dunia lainnya.
Meski kinerja IHSG tak terlalu kinclong, masih banyak saham-saham yang
membukukan kenaikan pada periode yang sama. Bahkan ada saham yang kenaikannya
lebih dari 200% pada periode tersebut.
Data BEI mencatat, ada 6 saham yang mengalami kenaikan lebih dari 200%. Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) naik 1.260% ke level Rp 3.400/saham. Namun price to earning ratio (PER) saham ini sudah mencapai 89,47 kali.
Lalu saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) meroket 1.101,09% ke level Rp 2.210/saham. Saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) terbang 527,14% menjadi Rp 10.975/saham.
Demikian pula saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang naik 272,22%, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik 231,17% ke level Rp 2.550/saham dan PT Majapahit Inti Corpora Tbk (AKSI yang naik 229,95% ke level Rp 1.300/saham.
Dari
sisi valuasi, saham-saham ini relatif kurang atraktif ada PER yang sudah tinggi
ada juga minus lebih dari seribu kali. Artinya secara fundamental, kenaikan
harga saham tidak terlalu merefleksikan kinerja keuangan perseroan.
Lalu, sekadar catatan, saham-saham yang naik tinggi tersebut tidak termasuk
saham dengan likuiditas yang baik. Saat membeli gampang, tapi saat akan menjual
menjadi sulit karena tak banyak yang mentransaksikan.
Investor juga harus waspada dengan aktivitas cornering atau aktivitas pembentukan harga, lebih populer dengan istilah menggoreng saham.
Untuk
itu, disarankan investor untuk lebih teliti dalam mencermati kinerja
emiten-emiten tersebut.
Sebagai informasi, PER merupakan sebuah indikator yang lazim digunakan
untuk mengukur valuasi dari sebuah saham. P/E Ratio didapatkan dengan cara
membagi harga saham dengan laba bersih per unit saham.
P/E Ratio yang tinggi menunjukkan tingginya valuasi yang diberikan investor
atas sebuah saham, sementara P/E Ratio yang rendah menunjukkan rendahnya
valuasi yang diberikan investor atas sebuah saham.
Sumber : cnbcindonesia.com
Favoritkan
Dahsyat! Cuan 200% Lebih, Amankah Investasi di 6 Saham Ini? - 88 Bangunan