Melambat ! Perusahaan berharap bisnis konstruksi segera membaik

Sejumlah perusahaan konstruksi berharap kinerja bisa membaik pada tahun ini, Salah satu tanda kelesuan sektor konstruksi terlihat dari kegagalan sejumlah perusahaan mencapai target kontrak baru. PT Acset Indonusa Tbk misalnya, hingga 2 Desember 2019 mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,7 triliun. Padahal, emiten dengan kode saham ACST di Bursa Efek Indonesia ini membidik kontrak baru senilai Rp 15 triliun.

Manajemen ACST membidik target sebesar itu dengan harapan bisa meraih tender dari proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) elevated. Hanya saja, hingga saat ini ACST menyebutkan masih menunggu proses perizinan.

Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk, Maria Cesilia Hapsari masih merahasiakan target kontrak baru pada tahun ini. Selain masih mengharapkan proyek JORR, manajemen ACST berupaya meraup proyek baru secara selektif. Mereka juga memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Masih optimistis

Sedangkan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatat kontrak baru di sepanjang tahun lalu Rp 1,96 triliun. Jumlah tersebut meleset tipis dari target Rp 2 triliun. Manajemen TOTL juga tak ingin kegagalan pada tahun lalu terulang kembali di tahun ini.

TOTL optimistis kondisi ekonomi akan membaik dan pasar konstruksi bakal kembali ramai. Oleh karena itu, manajemen TOTL memasang target kontrak baru sebesar Rp 3 triliun atau naik 50% dibandingkan tahun 2019.

Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk, Mahmilan Sugiyo Warsana menyatakan perolehan kontrak tahun lalu didominasi proyek apartemen. "Sebanyak 34% kontrak berasal dari gedung apartemen, sisanya dari perkantoran, pusat perbelanjaan, pendidikan dan hotel," ujar dia, kemarin.

Manajemen TOTL akan merealisasikan target kontrak baru dari tender proyek premium. Tender itu meliputi bangunan multi fungsi, hotel, apartemen, perkantoran dan pendidikan.

TOTL juga akan melanjutkan kontrak proyek tahun lalu (carry over) Rp 4,2 triliun. Kontrak itu dari proyek gedung hunian bertingkat, perkantoran, pusat belanja, bangunan gedung pendidikan dan hotel. "Karena rata-rata periode proyek konstruksi 2-3 tahun," ujar Mahmilan.

Favoritkan

Komentar
Data sedang diproses, mohon tunggu......
Masuk Terlebih Dahulu
Top