Pefindo Tarik Peringkat Obligasi Waskita Karya
Peringkat Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2019 milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yakni "idA-" senilai maksimum Rp 4,95 triliun yang belum diterbitkan oleh perseroan, ditarik kembali oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penarikan peringkat tersebut sesuai dengan permintaan perseroan.
Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Shastia Hadiarti dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa merujuk surat Perseroan Nomor 46/WK/CORSEC/2020 tanggal 21 Januari 2020 Perihal Laporan Hasil Pemeringkatan atas PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Obllgasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B Tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016, Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2017 dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2019, terhitung sejak 31 Januari 2020, Pefindo telah menarik peringkat idA- atas Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2019 Waskita Karya.
Pada saat yang sama, Pefindo telah menegaskan peringkat "idA-" kepada WSKT untuk Obligasi Berkelanjutan I tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II tahun 2016, dan Obligasi Berkelanjutan II tahun 2017. Prospek untuk peringkat Perseroan adalah "negatif". Obligor dengan peringkat "idA" memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.
Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat di industri konstruksi domestik, marin keuntungan yang baik karena segmen proyek yang beragam, dan keuntungan sebagai perusahaan konstruki milik Negara. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingginya leverage keuangan Perseroan, lingkungan bisnis yang cukup fluktuatif pada industri konstruksi, dan risiko yang berkaitan dengan ekspansi agresif perseroan di bisnis jalan tol dan rencana divestasi.
Peringkat dapat diturunkan jika rasio leverage dan interst coverage WSKT masing-masing tetap berada di atas 10,0x dan di bawah 1,0x selama 12-18 bulan ke depan dengan kemungkinan terbatasnya untuk deleveraging. Prospek dapat direvisi menjadi stabil jika WSKT memperbaiki leverage dan interst coverage ke tingkat yang kami pandang setaE dengan peringkat "idA-" secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, hingga pertengahan November 2019, PT Waskita Karya Tbk telah memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 20 triliun. Dimana kontribusi terbesar berasal dari proyek jalan tol Prabumulih-Muara Enim. Capaian tersebut masih jauh dari target tahun 2019. Sebelumnya WSKT menargetkan sepanjang 2019 perusahaan bisa mendapatkan nilai kontrak baru Rp 35 triliun - Rp 40 triliun, serta target laba bersih Rp 2 triliun - Rp 3 triliun.
Direktur Pengembangan Bisnis & Quality, Safety, Health & Enviroment Fery Hendriyanto pernah bilang, hingga akhir tahun 2019 mungkin hanya bisa tercapai Rp 22 triliun - Rp 24 triliun. Capaian tersebut akan diperoleh dari tender yang diumumkan di bulan ini."Desember banyak pengumuman tender, kan kemarin mepet semua," ujarnya.
Ferry menjelaskan seretnya kontrak baru perusahaan tak jauh-jauh dari siklus politik di tahun ini, sehingga banyak proyek yang tertunda dan akan dilanjutkan tahun depan. Oleh karena itu, manajemen optimistis tahun depan nilai kontrak baru bisa tetap tumbuh sekitar 20-25% dari realisasi tahun ini.
Favoritkan
Pefindo Tarik Peringkat Obligasi Waskita Karya - 88 Bangunan