Beton Bertulang, Jenis, Fungsi, dan Kelebihannya
Dalam mendirikan sebuah bangunan, kekuatan dan kekokohan menjadi salah satu elemen yang harus ada. Banyak cara dapat Teman88 lakukan untuk memperkokoh bangunan, Salah satunya dengan menggunakan beton bertulang. Istilah beton bertulang ini akan cukup di jumpai ketika Teman88 mendirikan sebuah bangunan yang memiliki lantai lebih dari satu.
Beton bertulang modern mengandung berbagai macam bahan penguat seperti baja, polimer, atau material lainnya, baik dengan tulang atau tidak. Beton bertulang juga dapat mengalami tekanan permanen sehingga dapat meningkatkan sifat ¨C sifat struktur bangunan ketika dikenakan beban. Di Amerika Serikat, cara yang paling sering digunakan untuk melakukan hal ini disebut dengan pre ¨C tensioning dan post ¨C tensioning. Agar konstruksi yang dihasilkan kuat, elastis dan tahan lama, material untuk tulang harus memiliki kekuatan yang tinggi, elastisitas yang tinggi, mampu menempel beton dengan baik, tahan panas dan tahan korosi dan tekanan yang berkelanjutan.
google.com
1. Kelebihan dan Kekurangan Beton Bertulang
- Pengertian Beton Bertulang
Beton bertulang adalah sebuah material yang menggabungkan dua bahan, beton dan tulangan baja, di mana beton yang memiliki kekuatan dan elastisitas rendah dan tulangannya yang memiliki kekuatan dan elastisitas tinggi sehingga beton menjadi lebih kuat dan lebih elastis. Biasanya tulangan terbuat dari baja dan ditanam di dalam beton sebelum beton tersebut dipasang. Hal ini umumnya dilakukan untuk menahan tegangan pada daerah tertentu yang dapat menyebabkan keretakan atau kegagalan struktural.
Beton bertulang modern mengandung berbagai macam bahan penguat seperti baja, polimer, atau material lainnya, baik dengan tulang atau tidak. Beton bertulang juga dapat mengalami tekanan permanen sehingga dapat meningkatkan sifat ¨C sifat struktur bangunan ketika dikenakan beban. Di Amerika Serikat, cara yang paling sering digunakan untuk melakukan hal ini disebut dengan pre ¨C tensioning dan post ¨C tensioning. Agar konstruksi yang dihasilkan kuat, elastis dan tahan lama, material untuk tulang harus memiliki kekuatan yang tinggi, elastisitas yang tinggi, mampu menempel beton dengan baik, tahan panas dan tahan korosi dan tekanan yang berkelanjutan.
Beton bertulang banyak dipakai dalam sebuah konstruksi sebagai pelat, dinding, balok, pilar, pondasi dan lainnya. Beton bertulang dapat dipasang melalui 2 cara, yaitu dicetak terlebih dahulu baru dipasang dan dicor di tempat. Perancangan dan penerapan sistem lantai yang paling efisien adalah kunci untuk menciptakan struktur bangunan yang optimal. Perubahan kecil dalam desain sistem lantai akan berdampak besar pada biaya bahan, jadwal konstruksi, kekuatan, biaya operasi, tingkat hunian dan penggunaan dari bangunan. Tanpa penguatan, membangun struktur modern dengan material beton tidak mungkin dilakukan.
Terkadang, beton bertulang gagal karena kekuatan yang tidak memadai, yang menyebabkan kegagalan mekanis, atau karena pengurangan daya tahannya. Korosi dan pembekuan atau pelelehan dapat merusak beton bertulang yang dirancang dan dibangun dengan buruk. Ketika tulangan terkorosi, karat akan meluas dan cenderung mengelupas, memecahkan beton dan melepaskan tulangan dari beton. Saat membangun rumah, beton bertulang pasti digunakan untuk memberikan ketahanan yang kuat pada bangunan rumah.
google.com
2. Jenis dan Fungsi Struktur Beton Bertulang
Beton bertulang terdiri dari beberapa elemen struktur antara lain :
a. Kolom Beton
Kolom merupakan komponen suatu bangunan bertingkat yang berfungsi sebagai penyalur beban yang berasal dari beban diatas plat, berat plat itu sendiri, dan balok yang kemudian akan disalurkan ke pondasi. Pada umumnya, kolom berbentuk bujur sangkar, persegi panjang atau bulat. Posisi penulangan dapat dibentuk secara simetri atau mengelilingi tiap sisi.
b. Tulangan Beton
Tulangan beton dapat berupa baja polos dan berulir. Tulangan harus memiliki kekuatan yang tinggi, elastis, dapat menyatu dengan beton, tahan panas serta tahan korosi dan tekanan yang berkelanjutan.
c. Balok Beton
Balok beton berfungsi untuk menyalurkan beban dari pelat ke kolom yang pada akhirnya disalurkan ke pondasi. Pada umumnya, balok beton dicor secara monolit dengan plat dan secara struktural bertulang tunggal atau gAnda. Akibatnya, balok memiliki penampang persegi, berbentuk huruf T dan L. Balok beton memiliki beberapa jenis penguatan, yaitu balok bertulang tunggal, bertulang ganda, kurang bertulang, bertulang lebih dan bertulang seimbang.
d. Plat Beton
Pelat beton adalah sebuah struktur yang dibuat untuk keperluan seperti lantai bangunan, atap dan sebagainya dengan bidang permukaan yang arahnya horizontal. Pada plat, beban akan bekerja secara tegak lurus kemudian disalurkan ke dinding, balok, kolom, atau tanah karena letaknya yang ditumpu oleh dinding, balok dan kolom atau bisa juga diletakan langsung di tanah. Ketebalan bidang untuk plat sangatlah kecil bila dibandingkan dengan panjang dan lebarnya. Plat dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan perbandingan panjang antara bentang panjang terhadap bentang pendek. Apabila nilai perbandingan bentang panjang terhadap bentang pendek adalah lebih dari atau sama dengan 2, maka plat tersebut dikategorikan sebagai plat satu arah. Jika kurang dari 2, maka dianggap sebagai pelat dua arah.

google.com
3. Kelebihan dan Kekurangan Beton Bertulang
Dalam penggunaannya, beton bertulang memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan yang dimiliki beton bertulang yang perlu Teman88 ketahui :
Demikian sekilas mengenai beton bertulang, Semoga artikel ini memberikan pengetahuan baru bagi Teman88. Pilihlah material yang berkualitas untuk mendirikan rumah Teman88 sehingga Teman88 dan penghuni lainnya dapat berlindung dari berbagai macam bencana alam.
Favoritkan
Beton Bertulang, Jenis, Fungsi, dan Kelebihannya - 88 Bangunan