7 Jenis Material Peredam Suara untuk Atasi Kebisingan di Rumah
Google.com
Ruangan yang bising atau bergema pastinya membuat tak nyaman karena mengganggu sistem pendengaran. Polusi suara di dalam ruangan bahkan dapat memecah fokus sampai menyebabkan stres, terutama saat kebisingan berlangsung pada ruang kerja yang mana menuntut konsentrasi tinggi bagi penggunanya. Peredam suara dapat menjadi material pilihan untuk mereduksi kebisingan di dalam ruangan. Selain meredakan kebisingan, peredam suara juga menjaga laju bunyi sehingga tidak membuat ruangan terasa terlalu sunyi. Peredam suara mampu mengendalikan bunyi di dalam ruangan sampai menyentuh tingkat kebisingan ideal, yakni 55 dBA.
- Prinsip Kerja Material
Pada prinsipnya, peredam suara bekerja dengan menerapkan sistem akustik di dalam ruangan. Akustik sendiri merupakan prinsip penataan bunyi yang mengedapkan dan menyerap suara di dalam ruangan tertutup. Material ini berfungsi menghalangi kebisingan yang berasal dari satu ruangan yang berpengaruh terhadap ruangan lainnya. Dengan memasang peredam suara, bebunyian yang dihasilkan di dalam ruangan akan terdengar lebih natural dan jernih. Tak heran, material ini kerap diterapkan pada studio musik dan bioskop guna menghasilkan kualitas suara yang lebih tinggi.
- Jenis-jenis Peredam Suara
Terdapat tiga jenis peredam suara yang dapat menciptakan ruang akustik dengan mutu suara yang baik. Ketiga jenis tersebut dibuat dari bahan khusus yang memiliki fungsi berbeda dalam mengolah dan mengendalikan produksi suara di ruangan. Yang pertama adalah peredam suara yang bekerja menyerap energi suara sehingga tidak ada suara yang memantul kembali ke ruangan. Prinsip ini juga dikenal dengan cara mengendalikan waktu gema (reverberation time).
Ada juga peredam suara yang berfungsi mengendalikan perpindahan suara antara dua ruangan dengan mengembalikan kembali refleksi suara ke dalam ruangan di mana suara itu berasal. Terakhir, adalah peredam suara yang bertugas mengendalikan efek getar dari suatu bunyi yang mana menyebabkan getaran pada struktur bangunan ruang. Setidaknya, ada enam pilihan material untuk peredam suara. Masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan tersendiri. Yuk, Teman88 Simak selengkapnya :
1. Material PET
Ada banyak jenis material yang dapat dimanfaatkan sebagai peredam suara, seperti kain, gipsum, busa telur, poliester, rockwool, dan soft board. Namun, Polyethylene Terephthalate (PET) menjadi material yang paling sering digunakan oleh para produsen besar karena kemampuannya menyerap dan mengedapkan suara sekaligus.
Selain itu, PET juga sangat mudah dibentuk sehingga mudah disesuaikan dengan ukuran dan bentuk ruangan. Pemasangan peredam suara ini pun terhitung sangat praktis karena tidak memerlukan rangka. Instalasi PET pada permukaan dinding, lantai, dan langit-langit dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan alat perekat seperti paku, lem kuning, atau double tape. Tampilan warna peredam suara dari PET cukup bervariasi, jadi sangat fleksibel untuk menyesuaikan dengan desain interior ruangan yang diusung. Mengenai bahaya dari kandungan kimia dalam PET, material ini terbuat dari plastik daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

Pinterest.com
2. Glasswool
Nah, selanjutnya ada material peredam suara glasswool. Jenis ini merupakan material yang terbuat dari bahan dasar fiberglass. Untuk teksturnya, mirip seperti bulu domba atau wool. Ketebalan dari material ini sendiri sekitar 2,5 cm ¨C 5 cm dengan densitas atau kepadatan sekitar 25 g/cm3 hingga 75 g/cm3. Teman88 bisa menemukan material glasswool di pasaran dalam bentuk gulungan dengan kisaran panjang 30 meter.
Google.com
3. Rockwool
Material peredam suara rockwool terbuat dari serat mineral ringan yang mampu menyerap suaran dan juga panas. Sekilas, material ini mirip dengan glasswool, hanya saja densitas material rockwool lebih tinggi dengan kisaran 30 g/cm3 ¨C 100 g/cm3. Maka dari itu, banyak yang menggunakan rockwool sebagai pelapis kedua dari peredam suara glasswool. Jika Teman88 mau tertarik dengan material ini, Teman88 bisa membelinya dalam bentuk lembaran ataupun gulungan.
Google.com
4. Greenwool
Peredam suara greenwool merupakan material yang terbuat dari bahan polyester fiber dengan sifat yang tahan air atau hydrophobic sehingga sulit dipengaruhi kelembapan udara. Sebenarnya, material peredam suara yang berwarna hijau ini lahir atas dasar pertimbangan bahwa material glasswool dan rockwool kurang baik untuk kesehatan. Ya, berkat bahan dasarnya yang berupa polyester, maka material greenwoool dinilai lebih aman dan tidak berbahaya. Untuk pemasangannya, material ini bisa ditempel ataupun ditanam pada permukaan tembok. Saran Tim 88Bangunan, sebaiknya Teman88 menggunakan greenwool sebanyak dua lapis agar suara bising dapat diredam secara maksimal.
Google.com
5. Busa Telur
Mungkin Teman88 sudah tidak asing lagi dengan material peredam suara ini karena keberadaannya cukup populer dan sering digunakan. Material busa telur memiliki bobot yang cukup ringan dan mudah untuk diaplikasikan. Namun, material ini kurang maksimal untuk meredam suara yang berfrekuensi tinggi. Sebagai alternatif, Teman88 bisa memanfaatkan material busa telur sebagai lapisan peredam suara tambahan.
Google.com
6. Softboard
Selanjutnya, ada peredam suara yang terbuat dari bahan serat polyester. Ketebalannya berkisar di angka 1,2 cm dan umumnya softboard berwarna cokelat seperti warna kayu. Teman88 bisa menggunakan material yang satu ini untuk meredam gema dan menyerap suara ruangan yang berlebihan. Untuk pemasangannya, biasa material softboard dibungkus dengan kain ataupun wallpaper peredam suara.
Google.com
7. Peredam Keramik Fiber
Kemudian ada jenis keramik fiber yang umumnya berwarna putih tipis. Bahan peredam suara ini kerap digunakan pada aplikasi bahan bangunan untuk menambah kekuatas serta tahan gempa. Sayangnya, bahan peredam suara ini kurang diminati karena harganya mahal. Harga peredam suara ruanga permeter jenis keramik fiber bisa mencapai Rp80 ribu per meter. Biasanya peredam suara jenis ini bisa meredam panas pula dan sering digunakan pada bangunan bertingkat yang menyerap energi matahari.
Google.com
Apapun jenis peredam suara yang digunakan, tingkat koefisien pengurangan suasana dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan. Material ini dapat diatur penempatannya secara fleksibel pada dinding, lantai, sampai langit-langit ruangan. Seberapa banyak peredam suara yang harus ditempatkan di dalam ruangan guna menghindari kebisingan bergantung dengan kebutuhan ruang tersebut. Kualitas suara di dalam ruangan akan lebih sempurna ketika peredam suara dilengkapi dengan material insulasi suara. Tertarik memasang peredam suara di ruangan rumah Teman88?
Jangan lupa baca artikel dengan informasi menarik lainnya dariTim 88Bangunan, yaaa!
by: Tri Yulianti
Favoritkan
7 Jenis Material Peredam Suara untuk Atasi Kebisingan di Rumah - 88 Bangunan