7 Jenis Excavator dan Fungsinya yang Berguna dalam Pembangunan Proyek
Google.com
Sebelum membeli atau menyewa excavator, pastikan Teman88 memahami dulu apa yang mau dikerjakan. Bagaimana kondisi medan tempat proyek akan dikerjakan. Dari sini, Teman88 bisa menentukan jenis excavator yang sesuai untuk digunakan. Excavator, salah satu alat berat dengan kemampuan luar biasa
Excavator merupakan alat berat yang mudah diidentifikasi dari keberadaan bucket, arm (lengan), trek yang bisa dipindahkan, serta bagian kabin tempat operator mengendalikan pekerjaan. Dari segi ukuran, peralatan ini bisa dibedakan menjadi excavator besar, sedang, serta kecil (mini). Ukuran ini berkaitan dengan jangkauan mobilitas, serta kapasitas penggalian, pengangkatan, serta pengangkutan.
Tidak bisa dimungkiri, excavator sangat membantu pekerjaan-pekerjaan berat di bidang konstruksi, normalisasi sungai, pertambangan, perkebunan, dan berbagai sektor lainnya. Alat berat ini memiliki sejumlah kemampuan, antara lain :
- Menggali, mengeruk, dan mengangkut berbagai jenis material seperti tanah, lumpur, dan bebatuan.
- Mengeruk lumpur atau sedimentasi sungai, danau, serta tepian dermaga.
- Menggali parit atau saluran air lainnya.
- Meratakan dan memadatkan tanah.
- Membongkar atau menghancurkan material.
- Membuat lubang besar, misalnya untuk penancapan tiang pancang / batang fondasi.
- Membantu aktivitas pertambangan.
- Membantu pekerjaan kehutanan.
- Jenis ¨C Jenis Excavator
Tentu tidak semua pekerjaan tersebut dapat ditangani oleh satu unit excavator. Ada beberapa jenis excavator, dengan spesifikasi pekerjaan masing-masing. Jadi, jenis excavator yang dibutuhkan tergantung dari kondisi dan spesifikasi pekerjaan. Apabila mau melakukan penggalian di sungai atau laut, maka excavator jenis dragline dan long reach bisa menjadi pilihan terbaik. Sebaliknya, kalua mau mengerjakan proyek di lokasi perbukitan, maka excalator jenis crawler lebih tepat untuk digunakan. Berikut ini beberapa jenis excavator dan kegunaannya :
A. Crawler Excavator
Crawler excavator biasa digunakan untuk aktivitas penambangan, penataan lanskap, dan penggalian parit. Keunggulan model ini antara lain cocok digunakan pada medan yang tak rata. Kelemahannya, gerakannya lebih lambat daripada wheeled excavator. Crawler excavator sering disebut sebagai excavator standar. Sebab jenis ini paling banyak digunakan dalam berbagai proyek.
Disebut crawler (perayap), karena alat berat ini berjalan menggunakan trek, yaitu roda berantai. Ada dua trek, masing-masing di sisi kiri dan kanan. Cara berjalannya hampir sama seperti trek pada tank. Meski lebih lambat ketimbang wheeled excavator, keberadaan roda berantai ini justru membuat alat berat tersebut bisa berjalan relatif stabil. Bahkan mampu dioperasikan pada medan yang tidak rata. Hal inilah yang membuat crawler excavator menjadi pilihan yang baik untuk membantu pekerjaan di lokasi yang curam, maupun lokadi dengan permukaan kasar serta daerah berlumpur.

Google.com
B. Wheeled Excavator
Wheeled excavator cocok digunakan dalam pekerjaan di permukaan datar dan keras. Keunggulan utamanya adalah mampu berjalan cepat, dan mudah digerakkan di atas beton. Namun, kelemahannya, wheeled excavator tidak bisa berfungsi maksimal untuk mendukung proyek atau pekerjaan di medan berlumpur maupun berbukit.
The
wheeled excavator is like the crawler (standard) excavator, but, like the name
suggests, it has wheels instead of tracks. Because the wheeled excavator has
less traction than the standard, it¡¯s best used on asphalt or concrete.
Secara umum, tampilannya mirip dengan crawler excavator. Bedanya, wheeled excavator bergerak menggunakan roda dengan ban baret. Karena memakai ban, maka daya cengkeramnya terhadap permukaan medan lebih baik daripada excavator standar. Wheeled excavator berjalan stabil di atas permukaan keras dan kasar, misalnya di atas aspal dan beton. Selain itu, lebih mudah dalam bermanuver.

Google.com
C. Suction Excavator
Suction excavator (disebut juga vacuum excavator) sering digunakan untuk melakukan penggalian di daerah mudah retak, membersihkan puing-puing, serta berbagai proyek bawah tanah. Dengan berbagai attachment atau kelengkapan yang terpasang, suction excavator bisa mengurangi potensi kerusakan di daerah-daerah yang memang mudah retak.
Kelemahannya,
suction excavator memiliki pipa hisap yang diameternya hanya 30 cm atau kurang.
Akibatnya, alat ini tidak bisa digunakan untuk proyek-proyek skala besar. Meski
diameternya tidak besar, daya hisapnya terbilang tinggi. Pipa hisap ini bekerja
bersama water jet, sehingga mampu menyedot tanah maupun puing-puing dengan
kecepatan 320 km / jam.
Karena itu, perusahaan konstruksi sering menggunakan excavator jenis ini ketika harus melakukan penggalian pada medan rapuh atau mudah retak. Sebab kecil kemungkinan terjadi kerusakan pada daerah tersebut, akibat aktivitas penggalian tanah.

Google.com
D. Long Reach Excavator
Long reach excavator cocok digunakan untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. Sebab memiliki arm (lengan) dan boom yang dapat diperpanjang. Dengan model tersebut, excavator ini mudah menjangkau kawasan yang mau digali dari jarak jauh. Kelemahannya, tidak bisa melakukan penggalian di ruang sempit.
Sesuai namanya, excavator ini mempunyai jangkauan yang panjang. Bagian arm dapat diperpanjang hingga 30 meter. Hal ini memungkinkannya mencapai zona konstruksi lebih dari 30 meter (secara horizontal). Excavator ini memang didesain untuk pekerjaan di mana medan / lokasi konstruksinya sulit didekati alat berat. Misalnya proyek pengerukan atau pembongkaran yang berada di atas sungai dan danau.

Google.com
E. Hydraulic Shovel
Hydraulic shovel biasanya digunakan untuk proyek pertambangan dan penggalian besar. Alat ini memiliki kapasitas bucket yang besar, serta didukung mesin dengan tenaga sangat kuat. Karena tenaganya sangat kuat, alat ini juga sering disebut sebagai power shovel. Bahkan inilah jenis alat berat paling kuat untuk kategori excavator. Meski sering digunakan untuk proyek pertambangan, hydraulic shovel juga bagus untuk menangani pekerjaan apapun yang membutuhkan pengangkatan material dengan bobot besar. Misalnya untuk mengangkut batu besar, mineral, batubara, atau material berat lainnya.

Google.com
F. Dragline Excavator
Dragline excavator biasa digunakan dalam pembangunan konstruksi pelabuhan, penggalian dalam, penambangan, hingga jalan raya. Bahkan bisa juga dioperasikan pula untuk penggalian di bawah air (sungai dan danau). Jangkauannya jauh melebihi long reach excavator, karena mampu melakukan penggalian sedalam 65 meter atau lebih.
Kelemahannya, karena ukurannya terlalu besar, excavator ini kurang fleksibel serta hanya bisa digunakan untuk pekerjaan tertentu. Dragline excavator beroperasi dengan cara yang berbeda dari jenis excavator lainnya. Ada sistem tali pengangkat dan kerekan untuk menaikkan maupun menurunkan ember, kemudian menyeretnya ke arah operator. Sistem kerekan inilah membuat dragline excavator cocok untuk penggalian di bawah air.

Google.com
G. Skid Steer
Skid steer cocok digunakan untuk membersihkan lokasi dari tumpukan material, puing-puing, atau sampah. Ukurannya kecil, sehingga ideal digunakan di area sempat atau ruang terbatas. Kelemahannya, karena menggunakan ban (bukan roda berantai), skid steer tidak bisa bekerja baik pada medan yang tidak rata, berlumpur, berpasir, atau bersalju. Berbeda dari jenis excavator lainnya, posisi boom dan bucket pada skid steer justru menjauh dari operator. Alat ini sering digunakan untuk proyek kecil atau digunakan di rumah.

Google.com
Nah Teman88 itu tadi Jenis Excavator dan Fungsinya yang Berguna dalam Pembangunan Proyek, Gimana Sekarang sudah lebih tahu dan paham bukan mengenai Excavator? Semoga artikel diatas dapat membantu Teman88 semua yaaa!
By: Tri Yulianti
Favoritkan
7 Jenis Excavator dan Fungsinya yang Berguna dalam Pembangunan Proyek - 88 Bangunan