Jenis Pondasi Bored Pile dan Metode Pelaksanaan Bored Pile

Google.com


Jenis pondasi yang menggunakan elemen beton bertulang yang di masukan ke dalam lubang bor dengan ukuran bored pile yang beragam dan kedalaman yang beragam pula. Umumnya pondasi bored pile ini digunakan untuk memikul beban berat bangunan yang akan diteruskan ke tanah pada jenis pondasi dalam.

Untuk bangunan bertingkat lebih dari 3 lantai atau lebih dari itu, Jenis bor pile pondasi ini juga bisa dijadikan alternatif yang lain, jika dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi tidak memungkinkan. Untuk memakai pondasi tiang pancang dengan metode pemasangan secara hammer maupun hidrolik, Pondasi bor pile banyak digunakan untuk lokasi dengan jenis tanah kohesif akan tetapi memiliki banyak utilitas, Seperti area padat bangunan, daerah perbukitan dan lain sebagainya.



Google.com


Dalam pelaksanaan kerjanya pondasi bor pile, memiliki beberapa jenis pondasi yang berdasarkan pada alat dan metode pengerjaan bored pile, Berikut adalah 3 jenis pondasi bored pile yang umum digunakan pada konstruksi untuk pekerjaan jenis pondasi dalam.


1. Bored Pile Mini Crane

Jenis mini bored pile ini dapat digunakan untuk pembuatan pondasi dengan pengeboran tanah pada ukuran bore pile, Dengan diameter lubang  30 cm, 40 cm hingga 80 cm, menggunakan metode system wet boring.Sehingga saat pelaksanaan pengeboran membutuhkan banyak air untuk mendukung kerja mata bor saat menggali tanah.

Bored pile mini crane juga memiliki fleksibilitas dalam hal kemudahan menentukan titik dan pemindahan alat. Karena alat bor ini di pasang pada crane yang dapat bergerak dengan bebas tanpa harus membongkar atau memasang alat jika ingin pindah titik penggalian.



Google.com


2. Bored Pile Gawangan

Alat bor pile yang satu ini sekilas memiliki sistem kerja mirip dengan mini crane, namun yang membedakannya adalah pada bagian sasis dan tiang tempat gear box tuasnya. Saat menggunakan alat ini dibutuhkan tambang dibagian kiri dan kanan alat, Yang akan dikaitkan pada bagian lain yang lebih kokoh untuk menjaga keseimbangan alat selama pengeboran dilakukan.

Alat ini pada umumnya banyak di pakai oleh penyedia jasa bore pile murah yang ada didaerah-daerah. Karena alat ini dapat dirangkai dan dibongkar sesuai kebutuhan pekerjaan, Jenis bor pile gawangan dapat menjangkau daerah-daerah pedalaman dan area yang sempit. Sehingga menjadi solusi yang baik untuk jenis pekerjaan pada kawasan pemukiman padat penduduk.



Google.com


3. Strauss Pile

Jenis strauss pile ini agak berbeda dengan jenis yang lainnya, karena harus menggunakan tenaga manual atau tenaga manusia untuk memutar mata bornya. Alat ini juga masih menggunakan metode dryboring, yang cara pengeboran tanpa menggunakan bantuan air untuk melunakkan tanah.

Alat bored pile ini lebih praktis sebab penyusun komponennya lebih simpel, tidak bising, ringkas dan mudah dioperasikan. Oleh sebab itu, jenis ini cocok digunakan oleh kontraktor bor pile dalam berbagai macam proyek skala kecil seperti kantor, perumahan, ruko atau pabrik.

Namun, jenis ini hanya memiliki kemampuan menggali dengan diameter kecil antara 30 cm hingga 40 cm, Karena yang menggerakkan alat ini masih menggunakan tenaga manusia. Sebagai salah satu jenis pondasi untuk pekerjaan pondasi dalam yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan.



Google.com


  • Metode Pelaksanaan Bored Pile

Dalam proses pekerjaannya, pondasi bored pile mempunyai 2 metode yang sangat berpengaruh pada hasil akhir. Metode ini memiliki karakteristik masing-masing yang disesuaikan dengan lokasi kerja, Dua metode tersebut adalah :

1. Bored Pile Kering (Dry Boring)

Cara kerja metode dry boring adalah dengan memakai mata bor biasa, Kemudian diputar sambil dimasukkan ke dalam tanah dengan bantuan crane mini. Untuk melengkapi cara kerjanya, digunakan pula mata diesel yang dikendalikan dengan kaki tripot untuk menyangga alat.

Menaikkan dan menurunkan mata bor pada lubang pondasi hingga mencapai kedalaman yang direncanakan, Metode ini dapat dilakukan hingga kedalaman maksimal 8 meter dengan diameter lubang pondasi 30-40 cm. Keuntungan menggunakan metode ini adalah lokasi pengeboran lebih bersih karena tidak menggunakan air terlalu banyak, yang akan menyebabkan area kerja pengeboran berlumpur .

2. Bored Pile Basah (Wash Boring)

Berbeda dengan jenis bor pile kering yang tidak membutuhkan atau bergantung pada air, Metode bore yang satu ini membutuhkan banyak air saat proses pengerjaan pengeboran. Serta memerlukan casing untuk menahan tanah dari terjadinya longsor.

Pompa air juga menjadi alat penting yang dibutuhkan untuk sirkulasi air. Jadi, ketersediaan air memang sangat penting untuk dapat mencapai kedalaman pengeboran yang telah direncanakan. Metode ini dapat melakukan pengeboran hingga kedalaman 28 meter dengan diameter lubang pondasi mulai 30 cm hingga 60 cm, Metode ini paling banyak digunakan kontraktor bored pile karena kedalaman yang dapat dicapai lebih maksimal.

Pekerjaan pondasi dengan metode bor pile kini semakin banyak digunakan oleh kontraktor maupun perorangan. Hal ini disebabkan pemakaian pondasi ini yang lebih praktis dan tidak menimbulkan getaran saat pengerjaan pengeboran, Selain itu harga relatif lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan dengan jenis pondasi pancang yang menggunakan hidrolik maupun hammer.


Dark Specialist D's Note: Metode Kerja Bored Pile

Google.com


Demikian ulasan Tim 88Bangunan tentang pondasi bored pile dan metode kerjanya yang dapat kami bagikanSemoga pembahasan ini menjadi referensi baru bagi Teman88 dalam memahami ilmu bangunan dengan baik. 

Favoritkan

Komentar
Data sedang diproses, mohon tunggu......
Masuk Terlebih Dahulu
Top